Terkait Kasus Mayat Wanita di Kepanjen, Polisi Mencari Pelaku Lain

Oleh: owner Malang Now | Kamis, 04 Mei 2021 - 14:51:08 WIB | dibaca: 211 pembaca

    Terkait Kasus Mayat Wanita di Kepanjen, Polisi Mencari Pelaku Lain

    Kedua Tersangka di Polres Malang©malangvoice

    Aremanoid.com – Polres Malang sedang menyelidiki lebih dalam atas kasus penemuan mayat wanita berinisial DL, di sebuah pekarangan tebu di Desa Kedungpendaringan, Kepanjen. Polisi menetapkan tersangka, yakni Cahyo (CY) dan Aziz (AZ). Ternyata kedua tersangka tersebut merupakan teman dari korban.

    Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengungkapkan bahwa telah menetapkan dua tersangka, dirinya akan terus melakukan penyelidikan tentang kematian DL (25) warga Desa Curungrejo, Kepanjen, yang sudah ditemukan namun tidak bernyawa di sebuah pekarangan tebu di Desa Kedungpendaringan Kepanjen.

    “Kasus ini masih terus kami dalami, kemungkinan ada penambahan tersangka dalam kasus ini. Jika mengacu pada pasal 531 KUHP, penambahan tersangka bisa 3 sampai 4 orang. Karena ada orang lain yang mengetahui dan juga tidak ada tindakan,” jelasnya, Jumat (30/4).

    Menurut Hendri, meski telah melakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Malang dan jajaran Polsek Kepanjen, kasus kematian DL bukanlah termasuk kasus pembunuhan. Meskipun akhirnya sudah ada dua tersangka yang ditetapkan.

    “Kasus ini sedikit unik. Meskipun bukan murni kasus pembunuhan. Tapi dari penyelidikan yang dilakukan ada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban yang telah memenuhi unsur pelanggaran pidana,” jelasnya.

    Kedua tersangka tersebut, akan dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, dan pasal 181 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 9 bulan dan denda sebesar Rp 4.500.

    Dua Pasal tersebut yang akan dikenakan kepada kedua tersangka, lantaran ada tindakan penelantaran terhadap korban, baik saat korban masih hidup dalam kondisi lemah, dan juga saat korban diketahui sudah meninggal.

    “Untuk Pasal 359 KUHP, sebelum korban minum miras di Stadion Kanjuruhan, korban kondisinya sudah lemah karena sudah minim 15 sachet obat batuk komik, dan pelaku membiarkan korban minum hingga mabuk. Setelah itu dalam kondisi mabuk, pelaku juga membiarkan korban mengendarai motornya sendirian, sehingga korban terjatuh, yang selanjutnya hanya membawa korban ke rumah rekannya, tanpa memberikan pertolongan medis. Padahal saat itu korban sudah dalam kondisi lemah,” jelasnya.

    Ketika korban korban sudah diketahui meninggal pada Selasa (20/4) lalu, tambah Hendri, para pelaku tersebut malah menyembunyikan dan tidak berupaya untuk memberi kabar kepada kerabat korban ataupun lapor kepada pihak yang berwajib.

    “Saat korban meninggal pelaku ini tidak segera memberi kabar, dan malah dibiarkan begitu saja. Bahkan setelah sekitar dua hari, tepatnya pada Kamis 22 April 2021 malam, ada upaya dari pelaku yang terkesan akan menyembunyikan jasad korban, yang awalnya jasad korban akan di kubur di lahan tebu yang berjarak hanya sekitar 100 meter. Namun di tengah perjalanan, ada warga yang tidak sengaja melihat dan menyorot dengan senter. Pelaku kaget dan berlari meninggalkan korban begitu saja,” tutupnya.

    owner
    Penulis: owner

    Juru Ketik

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook