UB Persiapkan Kuliah Tatap Muka Angkatan 2020 dan 2021

Oleh: owner Malang Now | Kamis, 04 Mei 2021 - 15:09:48 WIB | dibaca: 198 pembaca

    UB Persiapkan Kuliah Tatap Muka Angkatan 2020 dan 2021

    Aremanoid.com – Universitas Brawijaya (UB) telah mempersiapkan perkuliahan tatap muka tetapi terbatas untuk semester ganjil yang akan mendatang. Sasarannya yang boleh tatap muka adalah mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Tetapi terbatas hanya 25 persen. Mereka juga diatur agar masuk secara bergantian dengan menggunakan sistem blended learning. Menurut rektor, harapan ini perkuliahan luring yang diinginkan dosen, mahasiswa, orangtua. Tetapi harus dilaksanakan dengan hati-hati sesuai prokes.

    Hasil diskusi dengan rektor, pimpinan fakultas juga satgas, untuk mengambil sikap ini mempertimbangkan banyak hal, karena level pandemi juga jumlah mahasiswa yang banyak.

    “Jumlah mahasiswa UB ada 68.000. Kalau masuk semua pasti Malang menjadi penuh. Maka wajib mempertimbangkan wilayah, bagaimana di dalam kampus, fakultas, dan di kelas.

    Akhirnya diputuskan bagi yang belum pernah ke kampus akan masuk dulu. Yang lain belum boleh,” jelasnya.

    Maka jika memakai skema ini, yang boleh tatap muka adalah mahasiswa semester satu (2021) dan tiga (2020). Namun saat kuliah luring tidak semuanya harus masuk. Selain itu, jam perkuliahan juga akan dibatasi. Dari dua jam menjadi satu jam per mata kuliah. Untuk model perkuliahannya ada project base dan kolaboratif.

    Sedang sistem masuk ke fakultas dengan standar UTBK lalu di mana pasti ada prokesnya.

    “Untuk rencana ini masih dalam proses minta persetujuan pusat dan pemda. Kalau pemerintah pusat, luring sebenarnya sunah atau tak wajib. Sehingga kebijakan diserahkan ke perguruan tinggi,” jelasnya.

    Untuk rencana ini, rektor sudah membuat SE. Sedan Wakil Rektor I UB Prof drh Dr Aulanni’am DES mengatakan kebijakan perkuliahan semester depan dengan hibrid, ada daring dan luring. Ia juga ingin nanti mahasiswa yang akan tatap muka terbatas bisa jadi agen perubahan.

    Tak hanya di kampus tetapi nanti di lingkungan tinggalnya, di mana tetap menjalankan prokes.

    “UB siap menerima mahasiswa tatap muka,” tandas Aulanni.

    Jika tak dicoba, maka terus selalu ada rasa takut. Selain itu, Prof Dr Bambang Supriyono MS, pakar kebijakan Publik mengungkapkan akan membahas tentang implementasi kebijakan publik, maka perlu disiapkan detil menjelang pelaksanaan kebijakan itu.

    “Bagaimana lalu lintasnya, anggaran dan dukungan SDM-nya,” ucap Bambang.

    Tak hanya di kampus, ia juga akan menanyakan bagaimana dukungan prokes di masyarakat. Sebab mahasiswa juga banyak ngekos di sekitar kampus.

    “Maka mahasiswa harus menerapkan prokes ketat di kampus dan masyarakat di mana ia tinggal,” ucapnya.

    Menurut rektor, kesadaran akan prokes harus diingatkan terus menerus.

    owner
    Penulis: owner

    Juru Ketik

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook