Adanya Dugaan Eksploitasi Anak di SMA SPI

Oleh: Mr. Adma Malang Now | Jumat, 04 Juni 2021 - 10:33:34 WIB | dibaca: 239 pembaca

    Adanya Dugaan Eksploitasi Anak di SMA SPI

    SMA Selamat Pagi Indonesia © Selamatpagiindonesia

    Aremanoid.com - Beredar kabar mengenai dugaan eksploitasi anak dan ekonomi terhadap siswa SMA Selamat Pagi Indonesia. Hal tersebut menjadikan DPMPTSP Naker Kota Batu segera meninjau SMA SPI. Korban yang telah melapor pun kian bertambah.

    Adiek Imam Santoso selaku Kabid Tenaga Kerja DPMPTSPTK Kota Batu menyatakan bahwa pihaknya baru saja mendapat informasi terkait adanya dugaan tindak pindana eksploitasi ekonomi terhadap siswa SMA SPI dalam artian memperkerjakan siswa melebihi jam kerja. 

    “Hari ini kami akan berkoordinasi dengan Dewan Pengawas Naker Provinsi Jatim untuk bisa segera melakukan peninjauan langsung ke SMA SPI Kota Batu,” kata Adiek,Kamis (3/6) kemarin.

    Adiek Imam Santoso berharap setelah koodinasi dengan Dewan Pengawas Naker Provinsi Jatim agar secepatnya ke lokasi. Sehingga dapat dengan cepat pula diketahui apakah ada dugaan eksploitasi ekonomi terhadap siswa SMA SPI.

    “Kami harap secepatnya bisa turun ke lokasi minggu ini. Paling lambat pekan depan. Karena itu kami akan berkoordinasi kepada Naker Provinsi Jatim terlebih dahulu agar bisa berkomunikasi dengan pihak pengelola. Apalagi kasus ini juga telah ditangani oleh Polda Jatim,” ujarnya.

    Pengacara dari pihak pemilik SMA SPI, Recky Bernadus Surupandy membantah dugaan yang ditujukan kepada pemilik SMA SPI.

    “Itu sama sekali tidak benar. Maka dari itu saya juga tengah mengumpulkan bukti-bukti, keterangan-keterangan. Karena jika memang terjadi dugaan kekerasan seksual, fisik dan eksploitasi ekonomi pasti juga bakalan dikeroyok oleh warga dan sudah bubar sejak dulu,” bebernya.

    Ia menambahkan bahwa SPI bukan sekolah yang tertutup mengenai akses informasi dari luar. Dan pegawai SPI pun juga ada yang dari luar. Sehingga siswa melakukan komunikasi secara langsung, juga dari tamu tamu yang datang berkunjung. Sekolah berkomitmen menolak kekerasan terhadap anak.

    “Kalau memang benar terjadi hal seperti itu (dugaan eksploitasi ekonomi), apa sulitnya untuk mengadu kepada mereka (tamu atau pegawai dari luar),” terangnya. Apalagi lanjut dia, sekolah berkomitmen menolak kekerasan terhadap anak.

    Recky menghimbau agar menghormati proses hukum yang berjalan dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi kliennya.

     

    Mr. Adma
    Penulis: Mr. Adma

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook