Pemilik SMA SPI Kota Batu Berstatus Tersangka Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Oleh: Mr. Adma Malang Now | Jumat, 06 Agustus 2021 - 23:12:47 WIB | dibaca: 155 pembaca

    Pemilik SMA SPI Kota Batu Berstatus Tersangka Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

    Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait bersama korban dugaan kejahatan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu. © suryamalang

    Aremanoid.com - Permasalahan terkait adanya dugaan kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) masih belum usai hingga saat ini. Pemilik sekolah tersebut akan dipanggil Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim minggu depan.

    Berdasarkan hasil gelar perkara pada Kamis (5/8/2021), JE sebagai pemilik sekolah SPI, kini berstatus sebagai tersangka.

    Kepala Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ali Mahfud mengatakan, pemilik sekolah tersebut akan menjalani pemeriksaan pekan depan tanpa menyebutkan secara rinci tanggal dan waktunya.

    "Tersangka, (pemanggilan) direncanakan minggu depan," kata Ali Mahfud, Jumat (6/8/2021).

    Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Refli Handoko mengatakan mengenai penetapan status tersangka terhadap JE merupakan hasil penyidikan atas beberapa alat bukti yang telah diterima anggota tim penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. 

    "(JE) sebagai tersangka, dan nanti akan ditindaklanjuti dengan penyidikan selanjutnya oleh pemeriksaan lagi," katanya pada wartawan di depan Gedung Bidang Humas, Mapolda Jatim, Kamis (5/8/2021).

    Pengacara tersangka, Recky Bernadus Surupandy percaya bahwa kepolisian sangat profesional dalam bertugas dan objektif dalam menindaklanjuti setiap perkara yang sedang didalami.

    "Saintifik investigasi tidak sembarangan, karena upaya hukum pidana itu kan, kalau tidak dilakukan hati-hati, ada hak orang yang terampas. Jadi kami akan tetap percaya itu, dan kami akan tambahkan bukti baru segera kami susulkan," ujar Recky.

    Informasi yang diketahui, kekerasan seksual yang dilakukan oleh terlapor JE, petinggi SMA SPI, Kota Batu, diduga terjadi 12 tahun silam, tepatnya pada tahun 2009.

    Sejak dilaporkan pada Sabtu (29/5/2021) kemarin, pihak penyidik dari Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, telah memeriksa keterangan dan menghimpun hasil visum dari 14 orang saksi korban.

     

    Mr. Adma
    Penulis: Mr. Adma

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook