JTP Group Terancam Jual Aset

Oleh: Mr. Max Malang Now | Minggu, 08 Agustus 2021 - 15:13:30 WIB | dibaca: 129 pembaca

    JTP Group  Terancam Jual Aset

    SENYAP : JTP Group nampak senyap akibat pandemi Covid-19 dan PPKM Level 4. (NMP/M MANSYUR)

    Aremanoid.com – Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun dan pemberlakukan PPKM Level 4 sangat berdampak dalam segala sektor. Utamanya bagi sektor pariwisata yang tidak mendapat pemasukan sama sekali.
    Setelah Lippo Plaza Batu dan Selecta yang telah menghitung kerugian mencapai miliaran rupiah. Kini giliran JTP Group yang menyampaikan bahwa akibat pandemi dan pemberlakuan PPKM harus mengalami kerugian hingga Rp 4 miliar per bulan.

    “Segala upaya telah dilakukan JTP Group untuk mendukung kebijakan PPKM Level 4. Salah satunya dengan menutup 15 park milik JTP Group hingga 12 Agustus.

    Namun jika kebijakan ini tak diikuti pelaku usaha lainnya dan pemberlakukan PPKM terus diperpanjang, kemungkinan terburuk kami akan menjual aset dan melakukan PHK pegawai,” ujar Marketing and PR Manager JTP Group, Titik S Ariyanto kepada New Malang Pos Rabu (4/8).

    Ia menjelaskan, pandemi dan kebijakan penutupan tempat wisata pihaknya tetap melakukan kewajiban. Mulai dari membayar gaji karyawan 50 persen karena bekerja tidak penuh. Serta harus membayar biaya operasional lainnya.

    “Kalau dihitung per bulan kebutuhan di 15 park milik JTP Group mencapai Rp 4 miliar. Pengeluaran tersebut diantaranya untuk gaji sekitar 1700 karyawan yang dibayar 50 persen sekitar Rp 2,5 miliar per bulan. Selanjutnya untuk listrik, air, hingga memberi makan ribuan hewan milik JTP,” terangnya.

     

    Begitu juga dengan pajak, pihaknya tetap membayar penuh. Diantaranya untuk pajak reklame. Sedangkan untuk pajak parkir atau tiket masuk mengacu dari penjualan tiket selama beroperasi.

    Bahkan dengan keadaan tersebut, diungkapnya bahwa karyawan JTP tahun ini belum mendapat bantuan. Hanya ada 150 karyawan yang tercatat mendapat bantuan dari pemerintah.

    “Untuk bantuan tahun ini belum dapat. Hanya sekitar 150 karyawan yang dapat. Berbeda dengan tahun lalu yang mendapat bantuan dari BPJS ketenaga kerjaan senilai Rp 600 ribu sebanyak dua kali,” bebernya.

     

    Dengan kondisi tersebut, Titik mengungkapkan jika JTP Group akan mampu bertahan hingga bulan Desember. Jika pergantian tahun kondisi masih tetap dan pemberlakukan PPKM terus diperpanjang, maka kemungkinan terburuk adalah melakukan PHK ribuan pegawai dan menjual aset.

    “Kalau ini terus berlangsung sampai akhir tahun, kemungkinan terburuk kami akan PHK pegawai. Dengan PHK pegawai secara tidak langsung ada pesangon yang diberikan, mungkin untuk memenuhi itu kami akan menjual aset,” pungkasnya. (eri)

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook