Marak Pernikahan Dini, Penyebabnya Pendidikan Rendah dan Kultur Masih Kental

Oleh: Mr. Max Gaya Hidup | Senin, 09 Agustus 2021 - 14:48:23 WIB | dibaca: 168 pembaca

    Marak Pernikahan Dini, Penyebabnya Pendidikan Rendah dan Kultur Masih Kental

    Foto: Thinkstock/detikcom

    Aremanoid.com – Terhitung sejak Januari hingga Juni, kasus Pernikahan dini marak terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Kasusnya mencapai 99 kasus. Salah satu penyebabnya pendidikan rendah dan kultur masih kental.

    Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten setempat, Luqman Al Hakim mengatakan, pernikahan dini yang terjadi di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari pendidikan rendah, kultur, budaya hingga agama.

    “Tahun 2021 terhitung sejak Januari hingga Juni, pernikahan di bawah usia 20 tahun ada 99 kasus atau sebesar 10,3 persen,” ujar Luqman, Minggu (8/8/2021) seperti dilansir Detikcom.

    Faktor yang paling mendasar, kata Lukman, adalah pendidikan. Dia menyebut semakin rendah pendidikan maka kecenderungan terjadinya pernikahan juga akan semakin tinggi.

    “Tidak ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan, minat belajar juga tidak ada, karena wawasannya juga tidak ada. Sehingga mungkin diperlukan juga inovasi di dunia pendidikan untuk kembali menggaet minat belajar,” tambahnya.

    Sementara untuk kultur dan budaya, tambah Lukman, adanya keyakinan jika perempuan diatas 20 tahun tidak menikah dianggap tua menjadi salah satu faktor pernikahan dini.

    “Biasanya karena adanya nikah siri itu kan juga berpengaruh, kemudian setelah 19 atau 21 tahun baru di KUA baru diformalkan. Apalagi problem di masyarakat yang masih menganggap perempuan diatas 20 tahun kalau tidak menikah kan dianggap perawan tua. Lebih baik jadi janda dari pada perawan tua. Statemen tersebut masih banyak ditemui di masyarakat,” ujarnya.

    Hal tersebut, kata Luqman, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh masyarakat serta stakeholder. Mengingat dampak yang terjadi dari adanya pernikahan dini juga cukup besar. Baik dari segi kesehatan serta psikis dari anak-anak itu sendiri.

    “Ini menjadi PR kita bersama baik dari pemerintah kemudian tokoh agama serta masyarakat untuk saling bahu membahu mencegah terjadinya pernikahan dini,” pungkasnya.

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook