Maling Nyamar Jadi Pembeli Rujak Cingur

Oleh: Mr. Max Malang Now | Sabtu, 14 Agustus 2021 - 08:40:55 WIB | dibaca: 99 pembaca

    Maling Nyamar Jadi Pembeli Rujak Cingur

    LOKASI: Lokasi kejadian pencurian HP di Kedai 51 di Jalan Bantaran Terusan II Kecamatan Lowokwaru akhir pekan lalu.(NMP - M. REXY QOLBI A.)

    Aremanoid.com – Modus beli makanan, seorang pria mengambil handphone (HP) milik penjual makanan. Kejadian tersebut terjadi di Kedai 51 yang berada di Jalan Bantaran Terusan II Kelurahan/Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Kamis (5/8).

    Pemilik warung Sumiati mengaku, kejadian tersebut dialaminya sekitar pukul 12.00. Saat itu dirinya baru buka kembali usai tutup selama hampir satu bulan. Sumiati mengaku sempat memberi waktu pelaku untuk menunjukkan itikad baiknya. Yakni dengan mengembalikan HP curiannya itu, hingga jangka waktu satu minggu.

    “Waktu kejadian saat itu kondisi memang cukup ramai, terus tiba-tiba dia datang pakai helm dan masker. Jadi cuma kelihatan mata saja,” ungkapnya pada New Malang Pos, Jumat (13/8).

    Ia menjelaskan awalnya pelaku sempat memesan rujak cingur dua porsi untuk dimakan di tempat. Akan tetapi setelah mulai sepi pembeli, pelaku berlagak menelepon rekannya.

    “Pelaku pura-pura telepon, sambil memesan rujak cingur dan teh masing-masing lima porsi untuk dibungkus. Tetapi pelaku tiba-tiba bilang mau ambil uang dulu di ATM,” lanjut wanita yang sudah berusia separuh abad itu.

    Sumiati menjelaskan saat pelaku ngacir pergi dari warungnya, ia menyadari sesuatu. Ia pun langsung mencoba mengecek warungnya dan tidak membuatkan pesanan pelaku. Alhasil, HP Samsung A20s miliknya hilang digondol maling. Ia mengira saat pelaku pura-pura menelepon rekannya itu, tangannya masuk ke rak minuman tempat korban meletakkan HP-nya.

    Google Ads

    “Kami langsung mencoba melaporkan ke Polresta Malang Kota. Tetapi karena lama tidak pulang, suami sama anak saya suruh pulang,” terang Sumiati.

    Suami korban Puryadi, 66, mengaku sempat mencoba menelisik keberadaan pelaku. Dengan cara melacak keberadaan HP Sumiati secara online. “Kami sempat menemukan posisi terakhir pelaku pukul 15.00 di salah satu bengkel di Jalan Plaosan Barat Kecamatan Blimbing. Terakhir bisa kami lacak itu di hari yang sama waktu kejadian,” tutur Puryadi.

    Ia menambahkan hingga hari ini pihaknya masih membukakan pintu maaf. Karena keluarganya memaklumi kondisi saat ini memang ekonomi cukup sulit. “Ya tentu harapannya bisa kembali, kami juga sudah melapor ke Polresta Malang Kota. Tetapi juga belum tuntas, insya Allah kami ikhlas. Ini jadi pelajaran kami harus lebih waspada sendiri,” katanya.

    Ia menaksir mengalami kerugian mencapai Rp 2,8 juta. Karena selain fisik HP data yang berada di dalamnya, menurut dia juga memiliki nilai yang berharga.

    Di sisi lain Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengaku, semua laporan yang masuk pasti akan ditindaklanjuti. “Tentu kami akan tindak lanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi kami,” jelasnya.

    Mantan Kasubnit I Unit Laka Satlantas Polresta Makota itu menyampaikan, bahwa memang masyarakat harus lebih waspada dalam meletakkan barang berharga. Mengingat kejahatan terjadi bukan hanya karena niat, tetapi juga karena ada kesempatan.

    “Kami imbau masyarakat juga harus waspada, pada kondisi seperti ini mari sama-sama meningkatkan kewaspadaan. Khususnya dalam meletakkan barang-barang berharga,” tutupnya. (rex/ley)

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook