Densus 88 Tangkap Pasutri Terduga Teroris di Merjosari Malang

Oleh: Mr. Adma Malang Now | Selasa, 17 Agustus 2021 - 06:50:41 WIB | dibaca: 171 pembaca

    Densus 88 Tangkap Pasutri Terduga Teroris di Merjosari Malang

    Lokasi penangkapan pasutri terduga teroris di Merjosari Malang

    Aremanoid.com - Densus 88 melakukan penangkapan terhadap pasutri yang terduga sebagai teroris tepatnya di Jalan Joyo Utomo, Merjosari, Kota Malang Senin (16/8/2021). Pasutri tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan yang juga digunakan sebagai usaha toko.

    Ketua RT setempat, Hariyono menerangkan dirinya tidak secara langsung mengetahui penangkapan pasutri tersebut. Hanya mendapat informasi dari polisi bahwa CA sudah diamankan. Ia merasa kaget ketiga mendapata informasi penangkapan CA.

    "Saya tidak tahu sendiri penangkapannya. Hanya diberitahu polisi kalau CA sudah diamankan. Tapi tidak tahu apa masih di sini (Malang) atau di mana," kata Hariyono.

    Pasutri tersebut diketahui sudah mengontrak selama tujuh tahun. Perkembangan usaha toko nya pun tergolong pesat ditambah adanya beberapa karyawan. Anak CA berjumlah 5 orang, namun anak bungsu yang kembar meninggal dunia. CA tinggal bersama dua anaknya yang masih kecil dan dua anak lainnya sedang berada di pondok di Solo. Hingga saat ini CA masih menggunakan KK yang beralamatkan di Jombang.

    "Mereka belum pindah KK di Kelurahan Merjosari," ucapnya.

    CA diketahui merupakan penggalang dana di Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai manajer penggalanan dana. CA juga mengedarkan kotak kotak sumbangan dana ke beberapa toko dan warung.

    Menurut ketua RT, barang bukti yang telah diamankan polisi yakni ID LAZ ABA dan juga satu buah laptop.

     



     

    Mr. Adma
    Penulis: Mr. Adma

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook