Nyanyikan Indonesia Raya di 50 Jalan dan Kibarkan Bendera Raksasa

Oleh: Mr. Max Malang Now | Rabu, 18 Agustus 2021 - 02:55:05 WIB | dibaca: 114 pembaca

    Nyanyikan Indonesia Raya di 50 Jalan dan Kibarkan Bendera Raksasa

    warga Tunggulwulung menggelar upacara dengan mengibarkan bendera Merah Putih ukuran panjang 30 meter dan lebar 21 meter. (NMP-M.Mansyur)

    Aremanoid.com – Arek Malang Tetap bersemangat merayakan HUT ke 76 Kemerdekaan RI walau pandemi, Selasa (17/8). Bebas berkreativitas tak terbelenggu Covid-19 asal tetap patuh prokes. Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Tunggulwulung Lowokwaru Kota Malang dan pengendara di 50 lokasi jalan umum.

    Di Kelurahan Tunggulwulung warga menggelar upacara dengan mengibarkan bendera Merah Putih ukuran panjang 30 meter dan lebar 21 meter. Bendera ukuran besar itu dikibarkan

    di lapangan Tunggulwulung oleh peserta terbatas.

    Pasukan pengibar bendera merupakan anak-anak dari Sekolah Sepak Bola Usia Dini Garuda Soccer School (SSB GaSS). Meski hanya diikuti beberapa orang saja, namun upacara tetap berlangsung khidmat. Bahkan beberapa kali peserta meneriakkan pekik kemerdekaan usai upacara.

    Google Ads

    “Walaupun dengan keterbatasan dalam situasi pandemi tidak menyurutkan kami mengadakan upacara kecil-kecilan secara sederhana. Sebagai bentuk rasa syukur kami dan juga kebanggaan kami terhadap tanah air tercinta Republik Indonesia,” terang Ketua Karang Taruna Kecamatan Lowokwaru, Totok Triyantoro kepada New Malang Pos.

    Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Pasutri Terduga Teroris di Merjosari Malang

    Totok menyebut pengibaran bendera raksasa ini wujud perjuangan yang ditunjukkan oleh warga. Sekaligus wujud berjuang mengatasi pandemi. “Pahlawan dulu mengangkat senjata, di sini kami berjuang melawan pandemi yang masih melanda negara kita. Mungkin dengan membuat bendera yang dijahit sendiri oleh teman-teman selama dua hari dua malam untuk bendera sebesar itu bentuk kebanggaan kita,” katanya.

    Warga yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 20 sampai 25 orang. Rencana kegiatan tersebut baru direncanakan tujuh hari sebelumnya. Mereka lembur dua hari saat menjahit bendera raksasa. “Ngelembur supaya bisa dikibarkan di hari kemerdekaan,” tambah penjahit bendera, Rio Zanuar yang juga Ketua GM FKPPI Kecamatan Lowokwaru.

    Karena persiapan dan waktu yang singkat, Rio mengakui beberapa kali menemui kendala. Namun ia bersyukur bendera yang dijahitnya bisa dikibarkan sesuai harapan. “Malam itu jarumnya patah. Lalu kondisi gelap. Tapi tak menyurutkan semangat dan pagi harus terselesaikan,” kata Rio. 

    Sementara itu sejumlah pengendara ikut menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di persimpangan jalan, kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 10.17 WIB dipimpin petugas dari Satlantas Polresta Malang Kota.

    Para pengendara yang melintas di jalan diminta berhenti tepat di persimpangan yang terdapat lampu lalu lintas. Selain para pengendara, warga sekitar yang aktif bekerja diajak mengikuti prosesi tersebut.

    Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Moch Sochib mengatakan ada sekitar 50 titik pelaksanaan di Kota Malang. Untuk yang utama di simpang empat Sarinah (Alun-Alun Kota Malang) kemudian di Jalan Kahuripan dan di Jalan Suropati.

    Google Ads

    “Kami ajak semua pengendara yang melintas untuk mematikan mesin dan turun dari kendaraan. Bersama dengan pengguna jalan yang lain dan warga sekitar, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya,” tuturnya.

    Selain menyanyikan lagu Indonesia Raya, masyarakat juga diajak melakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

    Kegiatan ini untuk memperingati detik-detik Proklamasi sesuai dengan kegiatan upacara di Istana Merdeka. “Kami berharap dengan ini rasa dan semangat nasionalisme masyarakat tetap terjaga, dan terus tumbuh dan berkembang,” kata dia. (ian/rex/van)

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook