Polres Malang Tetapkan Anak Kades Gading Jadi Tersangka Pelanggaran Prokes

Oleh: Mr. Max Malang Now | Senin, 30 Agustus 2021 - 14:50:05 WIB | dibaca: 85 pembaca

    Polres Malang Tetapkan Anak Kades Gading Jadi Tersangka Pelanggaran Prokes

    Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono saat dikonfirmasi. (NMP-M.Prasetyo Lanang)

    Aremanoid.com – Polres Malang akhirnya menetapkan anak Kades Gading berinisial Y (30) sebagai tersangka pelanggaran protokol kesehatan. Ia dinilai bertanggung jawab atas gelaran dangdutan yang menyebabkan kerumunan di saat pemberlakuan PPKM Level 4 beberapa waktu lalu.

    “Penentuan tersangkasnya sudah digelar. Tersangka membuat kerumunan di tengah PPKM Level 4, di mana penyebaran Covid-19 ini masih tinggi di Kabupaten Malang,” terang Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono ketika dikonfirmasi.

    Bululawang, perempuan berisial Y itu menggelar acara orkes dangdut sebagai salah satu rangkaian pembukaan kafe baru miliknya di Desa Gading Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

    Tersangka Y yang dalam sebuah acara dangdutan bersama teman-temannya terekam dalam video amatir berdurasi pendek. Dalam video itu, tampak beberapa pria secara rileks bernyanyi bersama para biduan.

    Setelah mengetahui video itu viral, polisi melakukan pemanggilan ke Y dan juga Kades Gading, Suwito untuk menjadi saksi. Selain itu, ada sekitar 20 orang yang hadir dalam acara tersebut juga dilakukan pemanggilan.

    Dalam penanganan kasus tersebut, Bagoes menerangkan polisi tengah mengumpulkan berkas-berkas kasus tersebut untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

    Google Ads

    “Tinggal melengkapi berkas-berkas kami limpahkan ke Kejaksaan. Ini kami sudah tahap penyidikan,” tutur Bagoes.

    Bagoes menyebut, kegiatan tanpa izin dan aktivitas kerumunan menguatkan penetapan tersangka. Meski ditetapkan sebagai tersangka, tidak dilakukan penahanan terhadap Y oleh kepolisian. Hal tersebut dikarenakan ancaman hukuman atas pelanggaran Y di bawah dua tahun.

    Y terancam hukuman satu tahun karena melanggar Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 Pasal 1 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    “Tersangka tidak ditahan, karena ancaman hukumannya dibawah dua tahun,” ujarnya.

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook