Hari Pertama Mal Di Malang Buka

Oleh: Mr. Max Malang Now | Selasa, 31 Agustus 2021 - 23:08:00 WIB | dibaca: 147 pembaca

    Hari Pertama Mal Di Malang Buka

    Pengunjung scan barcode melalui aplikasi pedulilindungi sebelum masuk Matos.(Ipunk Purwanto/NMP)

    Aremanoid.com – Setelah dua bulan menunggu masa PPKM, masyarakat Kota Malang kini bisa bernapas lega. Sejak Senin (31/8) masyarakat sudah dapat berkunjung ke mall dan berbelanja.

    Berdasarkan pantauan New Malang sejumlah pusat perbelanjaan masih tampak sepi pengunjung di hari pertama beroperasi sepenuhnya. Termasuk Malang Town Square (Matos) dan Transmart MX Malang yang masih lengang pengunjung.

    Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Malang Suwanto mengatakan, hari pertama mall buka semua berjalan lancar di semua pusat perbelanjaan.

    Google Ads

    “Hari pertama lancar, semua protokol kesehatan kami jalankan dengan ketat. Pengunjung wajib vaksin dan menunjukkan sertifikat vaksin atau dengan scan barcode di pintu masuk melalui aplikasi pedulilindungi,” ujar Suwanto.

    Sebelum masuk mall pengunjung terlebih dulu harus scan barcode yang telah disediakan di pintu masuk, kemudian cek suhu badan dan menggunakan hand sanitizer atau cuci tangan. Bagi pengunjung yang tidak memiliki aplikasi pedulilindungi bisa menunjukkan sertifikat vaksin.

    Selain itu, bagi pengunjung di bawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan masuk mall dikarenakan belum mendapatkan fasilitas vaksin sehingga rentan terpapar Covid-19. Sedangkan bagi masyarakat yang belum vaksin karena kendala tertentu seperti memiliki komorbid masih memungkinkan masuk mall.

    “Masih mungkin untuk bisa masuk mall dengan menunjukkan surat dari dokter,” tegasnya.

    Google Ads

    Meskipun sudah boleh beroperasi sepenuhnya, namun khusus tenant wahana permainan untuk anak di bawah 12 tahun sementara tidak boleh beroperasi. Wahana permainan yang boleh digunakan adalah permainan untuk anak di atas 12 tahun.

    “Pengunjung juga sudah boleh dine in di mall, tetapi kapasitasnya hanya boleh 50 persen saja,” tutup Suwanto. (lin/jon/nmp)

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook