Penggunaan Kereta Api Lokal Tunggu Instruksi Pemerintah

Oleh: Mr. Adma Malang Now | Rabu, 01 September 2021 - 00:08:42 WIB | dibaca: 145 pembaca

    Penggunaan Kereta Api Lokal Tunggu Instruksi Pemerintah

    Penumpang kereta api jarak jauh menunggu di Stasiun Malang

    Aremanoid.com - Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 ke level tiga tidak membuat PT KAI mengaktifkan kembali kereta api lokal di Malang. Hingga saat ini KA lokal Penataran – Dhoho dan Tumapel masih belum bisa beroperasi. Diketahui, sudah dua bulan KA lokal tidak beroperasi melayani masyarakat Kota Malang, semenjak pemberlakukan PPKM Darurat, Juli lalu.

    Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 ke level tiga tidak membuat PT KAI mengaktifkan kembali kereta api lokal di Malang. Hingga saat ini KA lokal Penataran – Dhoho dan Tumapel masih belum bisa beroperasi. Diketahui, sudah dua bulan KA lokal tidak beroperasi melayani masyarakat Kota Malang, semenjak pemberlakukan PPKM Darurat, Juli lalu.

    “KA Lokal Penataran – Dhoho sementara untuk perjalanan tanggal 31 Agustus dibatalkan,” ujar Manajer Humas PT KAI Daops 8 Surabaya, Luqman Arif.

    Lalu, kapan KA lokal kembali beroperasi? PT KAI belum bisa memberikan jawaban pasti mengenai tanggalnya. Pasalnya, mereka tetap mengikuti peraturan pemerintah, mengenai perjalanan KA selama pelaksanaan PPKM.

    “Masih menunggu peraturan pemerintah, kami sebagai operator hanya mengikuti perintah. Pemerintah yang menentukan boleh beroperasi atau tidaknya perjalanan KA,” imbuh Luqman.

    Lebih lanjut, pihak KAI memohon maaf kepada para pelanggan setia KA Lokal atas pembatalan keberangkatan dan belum beroperasinya moda transportasi tersebut. “Kami sarankan kepada pelanggan KA, mengupdate terus informasi dan jadwal KA yang beroperasi di aplikasi KAI Acces,” tuturnya.

    Pewarta: Andika Satria Perdana

    Mr. Adma
    Penulis: Mr. Adma

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook