Viral! Pemuda Dau Bunuh Diri di Jembatan Soekarno Hatta Malang

Oleh: Mr. Max Malang Now | Rabu, 01 September 2021 - 17:04:42 WIB | dibaca: 134 pembaca

    Viral! Pemuda Dau Bunuh Diri di Jembatan Soekarno Hatta Malang

    EVAKUASI : Petugas Polsekta Lowokwaru dibantu oleh petugas PMI Kota Malang saat mengevakuasi pemuda asal Dau yang hendak melompat di Jembatan Jalan Suhat, Rabu (1/9) pagi.(NMP - IST)

    Aremanoid.com – Warga yang melintas di jembatan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) dibuat heboh, Rabu (1/9). Pasalnya, seorang pemuda asal Kecamatan Dau terlihar hendak mengakhiri hidup dan berdiri di pinggir jembatan. Aksinya diketahui terjadi sekitar pukul 09.15

    Pemuda berinisial MM, 22, asal Desa Karangwidoro Kecamatan Dau tersebut, diketahui merupakan mahasiswa salah satu kampus ternama di Kota Malang. Ia diketahui mengalami tekanan psikologis, karena takut tidak bisa lulus tepat waktu.

    Plh. Kapolsekta Lowokwaru AKP Sutomo menjelaskan, bahwa MM ini merupakan mahasiswa yang pandai. Sayangnya dia terlalu overthinking, hingga menyebabkan depresi.

    Google Ads

    “Saat itu anggota piket lantas di Pos Lantas UB nendapat laporan dari warga, bahwa ada orang yang mencurigakan. Saat kami datangi, ternyata orang tersebut dalam keadaan linglung,” ujarnya.

    Saat itu MM sempat berada di pinggir jembatan, dengan gelagat seperti orang yang ingin melompat. Karena diduga kesulitan melewati pembatas, akhirnya ia hanya berdiam diri di pinggir jembatan tersebut.

    “Karena sudah tau apa yang dipikirkan pemuda itu, petugas langsung memegangi baju dan badanya, untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan,” ceritanya.

    Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin itu memang orang yang pendiam, sehingga  saat ditanya petugas dirinya tidak bisa berkata-kata. Hanya menangis dan tubuhnya bergetar.

    Sekitar pukul 10.00, MM dievakuasi menuju Mapolsekta Lowokwaru. Di sana ia diberikan motivasi, dan ruang untuk bercerita.

    “Saat bercerita, pemuda tersebut mengaku tidak bisa membeli laptop untuk kuliah dan mengerjakan skripsi. Sehingga ada tekanan batin, dan berpikir yang tidak-tidak,” ungkap Sutomo.

    Kasubbag Dalops Polresta Makota tersebut juga menyampaikan, bahwa pada tahun 2019 MM sempat berduka karena salah satu orangtuanya meninggal. Hal itu menambah beban pikirannya, dan membuat dia sangat terktekan.

    Google Ads

    “Akhirnya kami tenangkan, kami juga datangkan dosen pihak kampus. Kemudian memberikan keterangan bahwa bebas biaya pendidikan, dan diperbolehkan menggunakan laptop dan komputer di kampus,” tutur Sutomo.

    Setelah diberikan pengertian selama hampir dua jam, MM mulai tersenyum. Panit I Reskrim Polsekta Lowokwaru Ipda Zainul Arifin menyampaikan, bahwa MM hanya tinggal dengan neneknya.

    “Kami coba panggil kerabat yang ada, dan langsung di bawa ke rumahnya. Saat ini sedang ditenangkan oleh pihak keluarga,” ujarnya. (rex/ley/ggs)

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook