Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Terminal Arjosari

Oleh: Mr. Max Malang Now | Jumat, 10 September 2021 - 08:28:21 WIB | dibaca: 93 pembaca

    Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Terminal Arjosari

    Salah satu calon penumpang bus di Terminal Arjosari melakukan scan barcode di Aplikasi PeduliLindungi. (NMP-IAN NURMAJIDI)

    Aremanoid.com – Bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan luar kota melalui Terminal Arjosari, saat ini sudah diteraapkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi bagi semua calon penumpang bus.

    Hal itu menjadi sebuah alternatif bagi masyarakat bila tidak membawa persyaratan hasil swab sebagai persyaratan wajib perjalanan.

    “Kepada masyarakat khususnya Kota Malang apabila ingin atau melakukan perjalanan ke luar kota dimohon untuk persyaratan pelaku perjalanan itu dipenuhi dulu. Punya sertifikat vaksin ataupun hasil swab. Di terminal sendiri sekarang sudah diberlakukan aplikasi PeduliLindungi, sudah siap dan sudah ada. Bahkan sudah berjalan seminggu ini,” terang Pengawas Lapangan Terminal Tipe A (TTA) Arjosari, Purnomo, Kamis (9/9) siang.

    Baca Juga :  PPKM Diperpanjang sampai 13 September 2021

    Lebih lanjut Purnomo mengatakan, syarat itu dikatakannya tidak memberatkan bagi calon penumpang. Pasalnya masyarakat di Kota Malang ini sebagian besar juga sudah banyak yang telah tervaksin. Ia tidak mengharuskan calon penumpang sudah vaksinasi lengkap. Meski hanya dosis satu, ia tetap mengizinkan.

    “Petugas sendiri memberi sosialisasi kepada penumpang yang belum tahu dan memberi contoh memasukkan aplikasi bagi mereka yang belum tahu. Dari pemantauan kami beberapa hari diberlakukan ini lancar, tidak ada kendala. Masyarakat sendiri belum atau tidak ditemukan yang positif,” imbuhnya.

    Kondisi di Terminal Arjosari sendiri untuk saat ini disebutkannya belum mencapai kondisi normal seperti sebelumnya. Akan tetapi kondisi itu sebenarnya telah  menunjukkan penambahan penumpang dibandingkan ketika Hari Raya Idul Fitri maupun saat PPKM Darurat beberapa waktu lalu.

    Google Ads

    “Kalau yang normal itu untuk AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) hampir mendekati 45-46 armada tiap harinya. Untuk AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) sekitar 200-an armada di hari hari biasa. Sekarang ini level 3 sudah mendingan agak lumayan, armada AKAP mencapai 40-an, bisa dibilang hampir mendekati normal. Terus yang AKDP sudah mencapai 100 sampai 110 armada,” sebut Purnomo.

    Tidak hanya armada bus yang beroperasi, jumlah penumpang juga masih belum normal. Di tengah gempuran alternatif transportasi online dan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, jumlah penumpang bus yang tercatat di Terminal Arjosari hanya mencapai 25 persen dari seharusnya.

    “Penumpangnya ini data kemarin, jumlah penumpang AKAP dari sekian armada itu ada sekitar 86 penumpang, untuk AKDP dari 106 armada, penumpangnya sekitar 142. Belum normal, masih sekitar antara 25 sampai 35 persenan. Biasanya penumpang keseluruhan kalau normal itu bisa mencapai ribuan, baik itu AKAP maupun AKDP,” pungkasnya. (ian/jon/nmp)

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook