11 Titik Kantor Layanan Publik Polresta Makota Siap Terapkan PeduliLindungi

Oleh: Mr. Max Malang Now | Senin, 27 September 2021 - 22:10:37 WIB | dibaca: 56 pembaca

    11 Titik Kantor Layanan Publik Polresta Makota Siap Terapkan PeduliLindungi

    Aremanoid.com – Polresta Malang Kota (Makota) mengusulkan 11 titik pelayanan publik segera memiliki barcode yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Hal tersebut selain untuk melakukan tracking terhadap capaian vaksinasi, juga sebagai sarana membatasi penumpukan orang dalam satu lokasi.

    Kapolresta Makota AKBP Budi Hermanto menerangkan, upaya ini merupakan bentuk antisipasi selama PPKM Level 2 di Kota Malang. Agar masyarakat tidak terlena dan menyebabkan keteledoran hingga terjadi penambahan pasien Covid-19 lagi.

    “Ini adalah bentuk antisipasi dari kami dan nantinya akan diterapkan bersamaan. Untuk saat ini kami masih proses pengajuan, barcode atau QRcode untuk aplikasi PeduliLindungi,” ujarnya pada Senin, (27/9).

    Pria yang akrab disapa Buher itu mengatakan untuk 11 titik itu berada di lima Polsek Jajaran serta enam titik layanan publik Polresta Makota. Sehingga nantinya akan ada imbauan yang jelas terkait prosedur penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Untuk penerapannya dilakukan di kantor dan tempat pelayanan di wilayah hukum Polresta Makota.

    “Kami perlu menguatkan edukasi di masyarakat. Karena nantinya kami harus melakukan pembatasan, dengan cara dan metode yang berbeda termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini,” lanjutnya.

    Kasi Humas Polresta Makota Ipda Eko Novianto menyampaikan bahwa ini adalah lanjutan dari wacana dari Polda Jatim yang digagas pada Bulan Agustus lalu.

    “Untuk ditingkat Polda memang sudah ada instruksi untuk anggotanya mengunduh aplikasi tersebut. Sedangkan di wilayah hukum Polresta Makota, sudah diarahkan untuk mulai mengunduh, tetapi masih belum dipergunakan sebagai syarat masuk ke kantor,” ungkapnya.

    Dirinya menuturkan ada faktor yang menjadi pertimbangan utama dalam penerapannya, yakni tidak semua masyarakat di Kota Malang memiliki HP untuk mengunduh aplikasi. Atau HP yang dimilikinya tidak bisa mengunduh aplikasi tersebut, sehingga tidak bisa mengakses pelayanan di kantor polisi.

    “Memang ini untuk membantu deteksi dan pencegahan penularan Covid-19, tapi kami masih mempertimbangkan kondisi di masyarakat,” ujarnya. (rex/jon/nmp)

    Mr. Max
    Penulis: Mr. Max

    0 Komentar

    Tulis Komentar

    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

    Komentar Facebook